Permainan Tradisional Indonesia

Kring-kringan atau secara nasional dikenal dengan petak umpet merupakan permainan yang lazim dimainkan oleh anak-anak di bali. Permainan ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang berlainan tetapi aturannya hampir mirip.

Aturan permainan :

* Permaian diikuti oleh paling sedikit 3 orang.
* 1 orang sebagai penjaga atau yang bertugas sebagai peserta yang mencari/mengejar peserta yang sembunyi.
* Sedangkan pemain lainnya bersembunyi di sekitar arena yang telah disepakati.
* Ketika peserta sembunyi penjaga harus menutup mata dan mulai menghitung sampai dari satu sampai sepuluh.
* Setelah hitungan ke sepuluh penjaga boleh membuka mata dan mulai melakukan pencarian peserta yang sembunyi.
* Ketika penjaga berhasil menangkap salah satu peserta yang sembunyi maka penjaga di gantikan oleh peserta yang ditangkap paling pertama.

--------------------
Egrang adalah permainan tradisional Indonesia yang belum diketahui secara pasti dari mana asalnya, tetapi dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang. Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau.
Egrang terbuat dari batang bambu dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Sekitar 50cm dari bawah, dibuat tempat berpijak kaki yang rata dengan lebar kurang lebih 20cm. Cara memainkannya adalah dengan berlomba berjalan menggunakan egrang tersebut dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Orang yang paling cepat dan tidak terjatuh dialah pemenangnya.

-------------
BOY-BOYAN adalah Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang. Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.

Untuk menentukan yang menjadi penjaga pertama kali dapat diundi dengat suit.

--------------------------------
Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa bali disebut meng untuk menagkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih dimana 1 orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran. Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran. Si meng baru boleh menangkap si bikul ketika lagu sudah pada kata-kata juk-juk meng juk-juk kul.

---------------

Permainan gasing hampir terdapat di seluruh wilayah di Indonesia. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 7-17 tahun, bisa dilakukan perorangan maupun beregu. Gasing biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa dengan bagian yang lancip di bagian bawahnya. Permainan ini bersifat kompetitif, mengadu ketangkasan dan keterampilan dalam memutar gasing.
---------------

Permainan berkelompok yang dimainkan oleh minimal 4-5 orang, 2 orang sebagai pembuat gerbang (kiri-kanan), yang lainnya netral berbaris melingkar membentuk angka 8 melewati gerbang yang di buat. Anak yang tepat berada di tengah-tengah gerbang pada saat lagu berakhir akan di tutup dan di berikan pilihan rahasia untuk bergabung dengan kelompok gerbang kiri atau gerbang kanan. Siapa yang pengikutnya paling banyak dia lah yang menang, dan yang kalah harus menangkap orang yang paling belakang dari lawannya. (Maaf kalau bahasanya kurang tepat)

Lagu untuk permainan Ular Naga:

5 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 3 0 0 0

Ular naga panjangnya, bukan kepalang

6 6 6 7 i 7 2 i 6 i 7 6 5 0 0 0

Menjalar-jalar selalu kian kemari

4 4 4 4 6 0 5 4 3 2 3 4 5 0 0 0

Umpan yang lezat, itulah yang di cari

6 i 7 6 5 0 2 4 3 0 2 0 1

Ini dianya, yang ter be la kang


Dalam lingkungan permainan anak-anak di Bali permainan ini juga di kenal dengan nama Curik-Curik.

Lagu untuk permainan curik-curik:

3 5 3 5 0 3 5 3 3 3 3 3 1 2 3 2 2 2 3 5 0 3 2 1

Curik-curik semental layang layang boko boko, tiang meli po_h-e,

3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 3 3 3 3 1 2 3 2 5 3 2 1 1 1 1 1

aji satak aji satu_s ke_peng, mara bakat anak bagu_s pe_ceng, enjok-enjok

Posting Lebih Baru Posting Lama

Leave a Reply